Skip to main content

Belajar Dari Kucing



        Belajar dari Kucing? hewan yang polos, lucu, dan imut, tapi, kenapa kita harus belajar darinya? maksud saya kita tidak mewawancarai kucing yang sedang rileks atau sedang asik bermain, lalu kita wawancari dan memberikan pertanyaan, atau menanyakan soal soal Matematika, Fisika atau Kimia, bukan seperti itu. Tapi, kita harus belajar hidup dari seekor kucing.

         Mengapa demikian? apakah kalian pernah mengalami ujian berat? (bukan UAS atau UN) tapi ujian kehidupan, pasti kalian pernah mendapatkannya, tidak hanya dibully, tetapi di maki, di tindas, dan di buang. So, itulah maksud saya kenapa kita harus belajar hidup dari kucing, karena setiap kali kucing disiram, dipukul, dibuang, tapi mereka tidak pernah dendam, mereka tetap menjalani hidup mereka, tanpa ada rasa putus asa. Mereka tidak pernah bilang hidup ini gak adil (orang gk bisa ngomong yeaak :p), So guys, pelajarannya adalah, kalian harus tetap kuat tetap strong (kuat=strong sama aja :v)  jadilah seperti kucing, yang selalu di tindas tapi mereka tidak dendam, mereka tetap menjalani hidupnya dengan semangat.

        Menurut kalian itu aja?? engga lah brooo, kucing juga mengajarkan kita untuk terima apa adanya, tapi tidak termasuk untk Garfield :v (melarat lu melihara kucing kayak gitu mah :v) saat seekor kucing lapar, mereka akan mencari makanan, apapun itu, tapi sayangnya sebagian manusia apabila sekali melihat kucing sedang dirumahnya ya disiramlah, ya  dipukullah, tapi apa yang dilakukan oleh kucing? ya menerimanya, mereka tidak pernah menggerung apabila disiram. Tidak hanya itu, kadang sebagian orang juga suka kasih makan kucing, cuman mereka hanya kasih tulang, atau duri, coba kalian bayangkan apabila si kucing tersedak? bukankah sakit rasanya? tetapi apa yang dialkukan kucing? mereka tetap menerimanya dan memakannya, karena dia tau kalau dia tuh butuh makan dan harus makan,maka dari itu belajarlah dari kucing, hargailah makanan, jangan sisakan makanan kalian hanya untuk dibuang, apabila tidak enak, ya makan aja kalau kalian butuh dan harus makan, tidak manja manja.

        Dan yang terakhir adalah, kucing mengajarkan kita unutk terbiasa berbagi, cobalah disaat ada kucing yang meminta makan, kasihlah ia sedikit makanan, dan cobalah untuk pikirkan, apakah hari ini kita sudah berbagi? kucing yang meminta makan sebenarnya mereka ingin sebagian makanan kita, dan ingin mengingatkan kita untuk tidak lupa berbagi, karena berbagi itu indah, kita tidak harus mengharapkan imbalan, yang penting kita tetap berbagi, entah makanan, uang, materi, cinta, kasih sayang, ilmu, informasi dan hal penting lainnya.

So guys, apabila ada kucing, cobalah untuk memberinya kasih sayang, memberinya makanan.

#TehTarikIndomie

Comments

Popular posts from this blog

Tetap Pada Jalan

Hal yang tersulit itu adalah konsisten, konsisten pada pendirian, konsisten pada rencana, fokus pada tujuan. Disininal kesabaran diuji, antara nafsu dengan hati. Nafsu yang meracuni jiwa agar keluar dari tujuan, supaya bisa mendapatkan kepuasan nafsu tersebut. Rasa emosional yang sangat tinggi membutakan pikiran agar selalu bisa berpikir jernih, suatu bahaya yang merusak sistem jiwa ini. Karena nafsu yang kian memuncak, bisa saja aku merusak rencana, bisa saja aku merugikan orang lain, karena yang ada dalam pikiranku adalah keinginanku bisa terpenuhi. Tingkah laku bodoh yang kulakukan layaknya seorang anak kecil yang merengek kepada orang tuanya. Aku ingin menang sendiri, aku ingin mendapatkan perhatian orang banyak. Tanpa kusadari hal yang kulakukan itu sangatlah salah. Mungkin saja karena tingkah lakuku aku merusak rencanaku, merusak tujuanku yang hingga akhirnya tujuanku tak pernah tercapai, bahak aku lupa akan tujuanku ini. Hal bodoh apa yang merasukiku saat ini...

Jadi Gini.

Gak sedikit orang yang gagal dalam mewujudkan apa yang dia inginkan. Dan memang seperti itu kebanyakan skenario yang ada pada kehidupan masing-masing orang, dan gak sedikit juga orang yang jatuh mentalnya karena kegagalan, mulai dari mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perjuangan, bahkan trauma. Sewaktu gue SMP, ada sebuah seminar yang diadain di aula, sebelum memasuki acara inti, seperti biasa ada sambutan dari guru gue, dan saat itu beliau melontarkan sebuah pertanyaan kepada para audiens yang saat itu seluruhnya adalah murid-murid disana. "Mana yang kalian pilih, berani mati atau berani hidup?" Seperti itu pertanyaannya, karena banyak sekali jawaban yang akhirnya sampai membuat gemuruh di ruangan tersebut, akhirnya guru itu pun menyuruh para audiens untuk mengangkat tangan saja, begitu beliau bertanya "siapa yang pilih berani mati?" Hampir seluruh di dalam ruangan mengangkat tangan, kecuali gue. Guru itu pun mengangguk dan menyuruh para audien menu...

I'M BLIND, WHO ARE YOU?

Aku buta, siapa dirimu? Bukan buta dalam artian tidak bisa melihat dengan kedua mata, aku buta dalam menilai seseorang. Namun itu semua kepura puraanku ketika buta menilai orang lain, karena aku tidak ingin hatiku buta karena sering mengkritik orang lain. Mencari kesalahan seseorang, memandang sifat buruk seseorang, menilai salah akan pandangan orang lain. Karena menurutku, setiap insan itu berhak salah, berhak mempunyai sifat buruk, tak ada sifat sempurna dalam setiap insan yang hidup di dunia ini. Bukan urusanku ketika orang lain salah. Yang menjadi urusanku adalah bagaimana caranya agar aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tak peduli orang lain mencibirku, menilai aku adalah orang yang buruk, karena aku tak ingin diri ini terhasut dengan perilaku mereka. Masa bodoh dengan ucapannya yang selalu memandangku buruk, karena dalam kenyataannya, perannya tidak ada dalam hidupku. Bukan dia yang memberiku makan setiap hari, bukan dia yang memberiku tempat tinggal...