Skip to main content

Posts

Be The Water

Saat siang hari hujan pun turun, dimana jutaan bahkan miliaran tetesan air yang tak terhitung jatuh ke permukaan, ada yang ke tanah dan diresap oleh tanah, ada yang ke tanaman dan dimanfaatkan oleh tanaman. Begitu besar manfaatnya air untuk kehidupan, dan bagaimana dengan manusia yang sifatnya seperti air? Selalu memberi manfaatnya kepada kehidupan orang lain, selalu memberi motivasi, akibatnya orang tersebut selalu dinanti hadirnya. Mengapresiasi hal kecil pada orang lain akan memberi pengaruh yang besar, ketika mereka merasa dirinya dianggap, dirinya berharga, orang tersebut akan menyimpan kebahagiaan tersebut pada arsip yang suatu saat akan dibuka kembali dari otaknya. Arsip tersebut adalah arsip berharga dalam otaknya, yang mungkin dari sanalah dia kembali bangkit dari keterpurukan atau kesedihan yang menimpanya. Satu kalimat yang lu berikan ke mereka akan sangat berarti bagi mereka untuk kedepannya. Karena pikiranlah yang mengatur perasaan, perasaan bisa bersemengat ap...
Recent posts

Jadi Gini.

Gak sedikit orang yang gagal dalam mewujudkan apa yang dia inginkan. Dan memang seperti itu kebanyakan skenario yang ada pada kehidupan masing-masing orang, dan gak sedikit juga orang yang jatuh mentalnya karena kegagalan, mulai dari mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perjuangan, bahkan trauma. Sewaktu gue SMP, ada sebuah seminar yang diadain di aula, sebelum memasuki acara inti, seperti biasa ada sambutan dari guru gue, dan saat itu beliau melontarkan sebuah pertanyaan kepada para audiens yang saat itu seluruhnya adalah murid-murid disana. "Mana yang kalian pilih, berani mati atau berani hidup?" Seperti itu pertanyaannya, karena banyak sekali jawaban yang akhirnya sampai membuat gemuruh di ruangan tersebut, akhirnya guru itu pun menyuruh para audiens untuk mengangkat tangan saja, begitu beliau bertanya "siapa yang pilih berani mati?" Hampir seluruh di dalam ruangan mengangkat tangan, kecuali gue. Guru itu pun mengangguk dan menyuruh para audien menu...

AVOID IT

Mungkin kali ini gue bakal berbagi sedikit pengalaman, dan semoga dari pengalaman gue ini bisa membantu kalian dalam berbagai hal. Judul disini "Avoid it" (hindari itu). Banyak hal yang harus dihindari, contohnya terlalu gak enakan sama orang, menaruh kepentingan orang lain diatas kepentingan sendiri, dan hal hal lainnya yang kadang gue anggap hal itu adalah hal yang baik. Memang baik untuk orang lain, tapi engga deh kayaknya buat diri sendiri. Ada 2 hal yang gue pengen share disini, dan 2 hal tersebut merupakan hal yang sering banget gue gak sadar kalo itu ngerugiin gue sendiri. Yang pertama, "Terlalu Peduli Dengan Apa Yang Orang Lain Pikirin" peduli adalah sikap yang baik menurut gue, karena salah satu rasa simpati dan empati kita terhadap orang lain, tapi terlalu peduli dengan apa yang mereka pikirin juga malah ngerugiin diri sendiri, saat posisi seperti ini gak sedikit energi gue yang kebuang gitu aja, padahal banyak yang bisa gue lakuin, banyak yang...

. Bukan Tanda Baca (Ambisi)

Ambisi adalah sifat yang pertama kali muncul ketika seseorang mencoba ataupun memasuki dunia baru mereka. Hal tersebut baik, namun kita semua tahu bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Ambisi menjadi salah satu faktor berkurangnya motivasi terhadap diri lu dengan apa yang membuat konten akan menjadi futur lebih cepat ketika terlalu ambisi. Berambisi akan membawa diri lu pada keinginan yang besar, sampai lu gak sadar, padahal lu itu baru memulai hal tersebut. Bahkan ada yang sampai merasa dirinya lebih hebat daripada orang lain, seolah hal apapun itu, dia jagonya.  Dan pada akhirnya, karena ambisi yang sangat tinggi, ambisi tersebut menguras tenaga, apalagi ketika hal yang diinginkan tidak terwujud akan membuahkan kekecewaan yang mendalam, sampai gairah pun hilang dalam dirinya. Tak ada motivasi, tak ada ambisi, tak ada gairah, dan bahkan tak ada lagi keinginan untuk melanjutkan hal yang sudah terlanjur ia lakukan mati matian. Lantas bagaimana menyikapinya dengan...

. Bukan Tanda Baca

Setiap hari itu indah, setiap hari itu adalah permulaan yang baru, yang artinya dimana kesempatan untuk kita memperbaiki hidup. Entah itu keadaan, karir, hubungan, dan hal lainnya. Tapi hari itu akan menjadi buruk dipandangan kita ketika kita menjumpai banyak titik, titik perpisahan, jenuh dan banyak titik lainnya yang kita sendiri tidak ingin untuk merasakan titik tersebut. Yang tadinya bersinar akan redup, yang tadinya naik akan turun, mungkin jatuh sekalipun. Patutkah kita menyalahi kehidupan? Atau bahkan lebih parahnya kita menyalahi Tuhan. "Hidup ini kok gak adil" ya, terkadang kalimat tersebut suka terlintas, entah di hati atau di pikiran. Tapi, rasanya seperti munafik, karena kalimat tersebut seringkali terlintas ketika kita sedang dibawah, sedang tertindas, sedang jatuh, dan ketika hal hal lainnya yang kita semua tau kita itu tidak ingin merasakan hal tersebut. Begitulah titik kehidupan, ada saatnya di atas, dan saatnya di bawah. Seperti halnya baris t...

Tetap Pada Jalan

Hal yang tersulit itu adalah konsisten, konsisten pada pendirian, konsisten pada rencana, fokus pada tujuan. Disininal kesabaran diuji, antara nafsu dengan hati. Nafsu yang meracuni jiwa agar keluar dari tujuan, supaya bisa mendapatkan kepuasan nafsu tersebut. Rasa emosional yang sangat tinggi membutakan pikiran agar selalu bisa berpikir jernih, suatu bahaya yang merusak sistem jiwa ini. Karena nafsu yang kian memuncak, bisa saja aku merusak rencana, bisa saja aku merugikan orang lain, karena yang ada dalam pikiranku adalah keinginanku bisa terpenuhi. Tingkah laku bodoh yang kulakukan layaknya seorang anak kecil yang merengek kepada orang tuanya. Aku ingin menang sendiri, aku ingin mendapatkan perhatian orang banyak. Tanpa kusadari hal yang kulakukan itu sangatlah salah. Mungkin saja karena tingkah lakuku aku merusak rencanaku, merusak tujuanku yang hingga akhirnya tujuanku tak pernah tercapai, bahak aku lupa akan tujuanku ini. Hal bodoh apa yang merasukiku saat ini...

Antara Kebaikan dan Uang

Pada dasarnya dua hal ini sangat berbeda, tapi demi menolak kemunafikan, uang itu selalu dipilih. Uang itu penting, kebaikan juga gak kalah penting. Kebaikan bisa membukakan hati, dan juga rasa empati, saling peduli satu sama lain, saling tolong menolong, damai rasanya bila kebaikan melimpah di dunia ini. Tanpa adanya kebencian, saling kasih sayang satu sama lain. Hidup damai dalam kerukunan adalah keinginan kita semua, rasa tenang dan tentram yang tertanam pada jiwa masing masing orang, tanpa adanya rasa dendam ataupun kebencian dalam jiwa ini. Namun, berbeda dengan uang. Sebuah kertas yang dicetak dengan terteranya sebuah nominal di atasnya, menjadikan barang ini sangat diperjuangkan, bahkan seseorang rela kerja keras hingga banting tulangnya demi uang, rela kurang tidur karenanya, rela menyakiti orang lain karenanya, rela menjadi seekor binatang bahkan karena uang ini. Seolah kita hidup karena benda ini, bahkan kita lupa dengan kebaikan yang kita harus lakukan ka...