Skip to main content

AVOID IT




Mungkin kali ini gue bakal berbagi sedikit pengalaman, dan semoga dari pengalaman gue ini bisa membantu kalian dalam berbagai hal.

Judul disini "Avoid it" (hindari itu). Banyak hal yang harus dihindari, contohnya terlalu gak enakan sama orang, menaruh kepentingan orang lain diatas kepentingan sendiri, dan hal hal lainnya yang kadang gue anggap hal itu adalah hal yang baik. Memang baik untuk orang lain, tapi engga deh kayaknya buat diri sendiri.

Ada 2 hal yang gue pengen share disini, dan 2 hal tersebut merupakan hal yang sering banget gue gak sadar kalo itu ngerugiin gue sendiri.

Yang pertama, "Terlalu Peduli Dengan Apa Yang Orang Lain Pikirin" peduli adalah sikap yang baik menurut gue, karena salah satu rasa simpati dan empati kita terhadap orang lain, tapi terlalu peduli dengan apa yang mereka pikirin juga malah ngerugiin diri sendiri, saat posisi seperti ini gak sedikit energi gue yang kebuang gitu aja, padahal banyak yang bisa gue lakuin, banyak yang bisa gue rencanain dari energi pikiran gue yang tentunya bisa ngebangun diri gue jadi lebih baik. Tapi karena gue saat itu terlalu peduli dengan apa yang orang pikirin, malah gue juga ikut berpikir dengan apa yang mereka pikirin, dan rata rata yang dipikirin itu hal yang negatif, terutama pandangan yang negatif terhadap orang lain.

Terus yang kedua "Berpikir Bahwa Mereka Peduli". Ini sih yang sampai sekarang pun gue masih terjebak, berpikir seseorang bakal peduli dengan gue, padahal engga sama sekali. Saat itu gue pernah cerita tentang rencana rencana gue yang hebat, dan gue beranggapan mereka akan peduli dan bahkan sampai memandang gue orang yang hebat, tapi nyatanya apa mereka peduli? Mereka bakal bilang wuah pada saat itu aja, setelahnya ya masa bodoh. Dan akhirnya rencana rencana yang gue ceritain gak ada satu pun yang tercapai, ujungnya hanya angan angan belaka, yang tadinya bangga malah malu, dan temen gue? Ya masa bodoh dengan kegagalan rencana gue, apa mereka peduli? Engga juga. Orang lain gak bakal peduli lu besok mau ngelakuin apa, orang lain gak bakal peduli dengan masa depan lu, orang lain pun gak akan peduli dengan kondisi lu sekarang, karena intinya kita semua adalah pemain yang menjalani skenarionya(hidup) masing masing.

Bukan masalah ketika lu peduli dengan pikiran orang lain, bukan masalah juga ketika lu beranggapan orang lain peduli dengan lu, masalahnya ketika kedua hal tersebut dilakuin secara berlebihan.

Comments

Popular posts from this blog

Tetap Pada Jalan

Hal yang tersulit itu adalah konsisten, konsisten pada pendirian, konsisten pada rencana, fokus pada tujuan. Disininal kesabaran diuji, antara nafsu dengan hati. Nafsu yang meracuni jiwa agar keluar dari tujuan, supaya bisa mendapatkan kepuasan nafsu tersebut. Rasa emosional yang sangat tinggi membutakan pikiran agar selalu bisa berpikir jernih, suatu bahaya yang merusak sistem jiwa ini. Karena nafsu yang kian memuncak, bisa saja aku merusak rencana, bisa saja aku merugikan orang lain, karena yang ada dalam pikiranku adalah keinginanku bisa terpenuhi. Tingkah laku bodoh yang kulakukan layaknya seorang anak kecil yang merengek kepada orang tuanya. Aku ingin menang sendiri, aku ingin mendapatkan perhatian orang banyak. Tanpa kusadari hal yang kulakukan itu sangatlah salah. Mungkin saja karena tingkah lakuku aku merusak rencanaku, merusak tujuanku yang hingga akhirnya tujuanku tak pernah tercapai, bahak aku lupa akan tujuanku ini. Hal bodoh apa yang merasukiku saat ini...

Jadi Gini.

Gak sedikit orang yang gagal dalam mewujudkan apa yang dia inginkan. Dan memang seperti itu kebanyakan skenario yang ada pada kehidupan masing-masing orang, dan gak sedikit juga orang yang jatuh mentalnya karena kegagalan, mulai dari mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perjuangan, bahkan trauma. Sewaktu gue SMP, ada sebuah seminar yang diadain di aula, sebelum memasuki acara inti, seperti biasa ada sambutan dari guru gue, dan saat itu beliau melontarkan sebuah pertanyaan kepada para audiens yang saat itu seluruhnya adalah murid-murid disana. "Mana yang kalian pilih, berani mati atau berani hidup?" Seperti itu pertanyaannya, karena banyak sekali jawaban yang akhirnya sampai membuat gemuruh di ruangan tersebut, akhirnya guru itu pun menyuruh para audiens untuk mengangkat tangan saja, begitu beliau bertanya "siapa yang pilih berani mati?" Hampir seluruh di dalam ruangan mengangkat tangan, kecuali gue. Guru itu pun mengangguk dan menyuruh para audien menu...

I'M BLIND, WHO ARE YOU?

Aku buta, siapa dirimu? Bukan buta dalam artian tidak bisa melihat dengan kedua mata, aku buta dalam menilai seseorang. Namun itu semua kepura puraanku ketika buta menilai orang lain, karena aku tidak ingin hatiku buta karena sering mengkritik orang lain. Mencari kesalahan seseorang, memandang sifat buruk seseorang, menilai salah akan pandangan orang lain. Karena menurutku, setiap insan itu berhak salah, berhak mempunyai sifat buruk, tak ada sifat sempurna dalam setiap insan yang hidup di dunia ini. Bukan urusanku ketika orang lain salah. Yang menjadi urusanku adalah bagaimana caranya agar aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tak peduli orang lain mencibirku, menilai aku adalah orang yang buruk, karena aku tak ingin diri ini terhasut dengan perilaku mereka. Masa bodoh dengan ucapannya yang selalu memandangku buruk, karena dalam kenyataannya, perannya tidak ada dalam hidupku. Bukan dia yang memberiku makan setiap hari, bukan dia yang memberiku tempat tinggal...