Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2020

Tetap Pada Jalan

Hal yang tersulit itu adalah konsisten, konsisten pada pendirian, konsisten pada rencana, fokus pada tujuan. Disininal kesabaran diuji, antara nafsu dengan hati. Nafsu yang meracuni jiwa agar keluar dari tujuan, supaya bisa mendapatkan kepuasan nafsu tersebut. Rasa emosional yang sangat tinggi membutakan pikiran agar selalu bisa berpikir jernih, suatu bahaya yang merusak sistem jiwa ini. Karena nafsu yang kian memuncak, bisa saja aku merusak rencana, bisa saja aku merugikan orang lain, karena yang ada dalam pikiranku adalah keinginanku bisa terpenuhi. Tingkah laku bodoh yang kulakukan layaknya seorang anak kecil yang merengek kepada orang tuanya. Aku ingin menang sendiri, aku ingin mendapatkan perhatian orang banyak. Tanpa kusadari hal yang kulakukan itu sangatlah salah. Mungkin saja karena tingkah lakuku aku merusak rencanaku, merusak tujuanku yang hingga akhirnya tujuanku tak pernah tercapai, bahak aku lupa akan tujuanku ini. Hal bodoh apa yang merasukiku saat ini...

Antara Kebaikan dan Uang

Pada dasarnya dua hal ini sangat berbeda, tapi demi menolak kemunafikan, uang itu selalu dipilih. Uang itu penting, kebaikan juga gak kalah penting. Kebaikan bisa membukakan hati, dan juga rasa empati, saling peduli satu sama lain, saling tolong menolong, damai rasanya bila kebaikan melimpah di dunia ini. Tanpa adanya kebencian, saling kasih sayang satu sama lain. Hidup damai dalam kerukunan adalah keinginan kita semua, rasa tenang dan tentram yang tertanam pada jiwa masing masing orang, tanpa adanya rasa dendam ataupun kebencian dalam jiwa ini. Namun, berbeda dengan uang. Sebuah kertas yang dicetak dengan terteranya sebuah nominal di atasnya, menjadikan barang ini sangat diperjuangkan, bahkan seseorang rela kerja keras hingga banting tulangnya demi uang, rela kurang tidur karenanya, rela menyakiti orang lain karenanya, rela menjadi seekor binatang bahkan karena uang ini. Seolah kita hidup karena benda ini, bahkan kita lupa dengan kebaikan yang kita harus lakukan ka...

I'M BLIND, WHO ARE YOU?

Aku buta, siapa dirimu? Bukan buta dalam artian tidak bisa melihat dengan kedua mata, aku buta dalam menilai seseorang. Namun itu semua kepura puraanku ketika buta menilai orang lain, karena aku tidak ingin hatiku buta karena sering mengkritik orang lain. Mencari kesalahan seseorang, memandang sifat buruk seseorang, menilai salah akan pandangan orang lain. Karena menurutku, setiap insan itu berhak salah, berhak mempunyai sifat buruk, tak ada sifat sempurna dalam setiap insan yang hidup di dunia ini. Bukan urusanku ketika orang lain salah. Yang menjadi urusanku adalah bagaimana caranya agar aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tak peduli orang lain mencibirku, menilai aku adalah orang yang buruk, karena aku tak ingin diri ini terhasut dengan perilaku mereka. Masa bodoh dengan ucapannya yang selalu memandangku buruk, karena dalam kenyataannya, perannya tidak ada dalam hidupku. Bukan dia yang memberiku makan setiap hari, bukan dia yang memberiku tempat tinggal...