Pada dasarnya dua hal ini sangat berbeda, tapi demi menolak kemunafikan, uang itu selalu dipilih. Uang itu penting, kebaikan juga gak kalah penting.
Kebaikan bisa membukakan hati, dan juga rasa empati, saling peduli satu sama lain, saling tolong menolong, damai rasanya bila kebaikan melimpah di dunia ini. Tanpa adanya kebencian, saling kasih sayang satu sama lain.
Hidup damai dalam kerukunan adalah keinginan kita semua, rasa tenang dan tentram yang tertanam pada jiwa masing masing orang, tanpa adanya rasa dendam ataupun kebencian dalam jiwa ini.
Namun, berbeda dengan uang. Sebuah kertas yang dicetak dengan terteranya sebuah nominal di atasnya, menjadikan barang ini sangat diperjuangkan, bahkan seseorang rela kerja keras hingga banting tulangnya demi uang, rela kurang tidur karenanya, rela menyakiti orang lain karenanya, rela menjadi seekor binatang bahkan karena uang ini.
Seolah kita hidup karena benda ini, bahkan kita lupa dengan kebaikan yang kita harus lakukan karena sibuk mencari uang. Sekalipun jumlah uang yang kita miliki sudah sangatlah banyak dari kebutuhan hidup kita. Karena gaya hidup kita lebih banyak dari kebutuhan, menjadikan kita haus akan uang ini.
Kita buta, hati kita telah tertutupi, tujuan hidup kita sebagai manusia sudah dilupakan karena uang ini. Hidup menjadi tidak tenang, tidak tentram, selalu takut dan gelisah.
Kebaikan bisa membukakan hati, dan juga rasa empati, saling peduli satu sama lain, saling tolong menolong, damai rasanya bila kebaikan melimpah di dunia ini. Tanpa adanya kebencian, saling kasih sayang satu sama lain.
Hidup damai dalam kerukunan adalah keinginan kita semua, rasa tenang dan tentram yang tertanam pada jiwa masing masing orang, tanpa adanya rasa dendam ataupun kebencian dalam jiwa ini.
Namun, berbeda dengan uang. Sebuah kertas yang dicetak dengan terteranya sebuah nominal di atasnya, menjadikan barang ini sangat diperjuangkan, bahkan seseorang rela kerja keras hingga banting tulangnya demi uang, rela kurang tidur karenanya, rela menyakiti orang lain karenanya, rela menjadi seekor binatang bahkan karena uang ini.
Seolah kita hidup karena benda ini, bahkan kita lupa dengan kebaikan yang kita harus lakukan karena sibuk mencari uang. Sekalipun jumlah uang yang kita miliki sudah sangatlah banyak dari kebutuhan hidup kita. Karena gaya hidup kita lebih banyak dari kebutuhan, menjadikan kita haus akan uang ini.
Kita buta, hati kita telah tertutupi, tujuan hidup kita sebagai manusia sudah dilupakan karena uang ini. Hidup menjadi tidak tenang, tidak tentram, selalu takut dan gelisah.
Comments
Post a Comment