Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2020

Heart Sanitizer

Bukan Hand Sanitizer ya, tapi Heart Sanitizer. Artikel kali ini bakal bahas soal hati, maka dari itu berhati hatilah dengan hati, karena hati yang tak hati hati akan sakit hati nantinya. Anjay bet dah pokoknya. Tapi heart kan jantung kalo ditranslate dari Inggris ke Indonesia. Iya gimana lu aja, terserah deh. Bikin artikel ini seketika terlintas waktu itu di pikiranku "Hand Sanitizer bisa ngebersihin tangan dari bakteri dan virus, kenapa gak ada Heart Sanitizer yang bisa bersihin hati dari segala penyakitnya?". Andaikan Heart Sanitizer itu ada, pastinya bakal sedikit orang jahat di muka bumi ini. Karena kebiasaan kita yang sedikit sedikit sukanya berprasangka buruk lah, ngehasut orang lah, dendam lah, egois, gak sabaran dan hal lainnya. Heart Sanitizer ini hanya khayalan aku aja, karena yang aku tahu, penyakit hati bisa disembuhkan dengan lawannya, contohnya ketika kita punya rasa dendam, maka hati ini punya penyakit hati jenisnya dendam, disembuhkannya de...

SOCIETY NOT FOUND

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial, dimana manusia itu tidak bisa hidup sendiri. Bermasyarakat adalah salah satu contohnya. Saling bertegur sapa, menebar senyuman, menolong sesama. Itulah contoh beberapa hal yang layak dilakukan dalam bermasyarakat. Tapi sayangnya di era ini, ketika zaman mulai modern, nilai bermasyarakat mulai menurun, saling pamer harta kekayaan, pamer kebahagiaan, pamer kendaraan, tak pernah peduli bahkan terhadap orang yang ada disekitar. Seolah hidup itu hanya untuk ajang pamer harta dan kebahagiaan. Menjauhkan yang dekat, dan mendekatkan yang jauh. Mensunyikan yang nyata dan meramaikan yang maya. Nilai bermasyarakat mulai memudar, saling membantu sudah jarang ditemukan. Dimana bermasyarakat adalah hal yang paling utama padahal, dalam kehidupan manusia. Apakah lupa kalau semuanya itu hanya sementara? Bahwasannya semua akan berujung pada perpisahan, perpisahan antar jiwa dengan dunia. Apabila sewaktu hidup bangga akan kepemilikkan...

RIEUT!

Aku maunya gini, kamu maunya gitu. Aku German, kamu Belanda, akunya seriusan, kamunya bercanda. Gak bahas tentang cinta, disini bahas tentang keingininan. Sebuah keinginan yang lahir dari ego tiap tiap personal. Karena sejatinya kehidupan ini tidak selalu berjalan sesuai apa yang diinginkan. Mungkin kita maunya A, tapi orang lain maunya B, apa perlu kita saling berselisih hanya untuk memenangkan apa yang kita inginkan? Bahkan ironisnya, dari sebuah keinginan yang bisa terwujud, kita membutuhkan banyak sekali peran peran orang disekitar kita. Entah itu guru, orang tua, teman, selingkuhan, mantan, by the way lu berdua pada ngapain di artikel gue? Balik ke topik, terkadang diri ini enggan untuk meringankan beban orang lain, tapi sangat ingin orang lain melakukan apa yang diri ini inginkan, egois? Ya itu egois. Apa yang dipikiran selalu dirasa itu benar, dan apa yang orang lain bilang, pasti salah. Mungkin awalnya dari hati yang menolak, lama kelamaan hatinya mengera...

DIAM SEJENAK

Hingar bingar kehidupan ini membuat diri ini lupa akan ketenangan, aku hanya ingin diam sejenak, membiarkan dunia ini berputar dengan sendirinya dan aku ada di tengah tengah perputaran dunia ini, tanpa harus diriku terlibat di dalamnya. Ini menenangkan, membiarkan diri ini melepaskan bebannya, mengeluarkan sampah sampah dari dalamnya yang tidak diperlukan. Menghirup udara segar tanpa memikirkan permasalahan di pikiranku, seolah diri ini memulai hidup barunya. Aku rindu suasana seperti itu, tidak seperti saat ini seolah dalam penjara, bukan di balik jeruji, melainkan terpenjara dalam kehidupan sendiri. Rasanya ingin bebas tapi tak tahu harus bagaimana. Mungkin membiarkan diri ini untuk diam sejenak adalah pilihan yang pas, dimana membiarkan diri ini tuk menikmati ketenangannya sendiri tanpa adanya hal hal lain mencampuri pikiran ini.

DirumahAja Gak Belaku Buat Kami

DIRUMAHAJA GAK BERLAKU BUAT KAMI Tak asing dengan tagar #DirumahAja yang lagi trending dikala pandemik ini. Kita semua mengikuti perintah dari pemerintah dimana kita selaku masyarakat patut mengikutinya. Mengkarantina diri sendiri di rumah, keluar hanya untuk kepentingan mendesak, menggunakan masker, menghindari keramaian, saling berjaga jarak antara satu sama lain tentunya. Tapi semua itu tak berlaku untu kami yang tak memiliki rumah, gangguan kejiwaan, musisi jalanan yang tuna wisma. Kami terbiasa dengan jalanan, karena itulah rumah kami. Tidur di depan toko toko adalah kebiasaan kami, mengkonsumsi makanan dari sampah adalah kebiasaan kami. "Masa bodoh dengan virus, yang penting hari ini kami makan". Kami tak terpikirkan untuk membeli masker seperti kalian, hanya sesuap nasi yang kami cari untuk hari ini. Bukan berarti kami kuat, bukan berarti antibodi kami kuat, bukan berarti kami tahan virus. Kami sama seperti kalian, kami manusia, kami makan, kami m...

Permageran Duniawi

Sudah hampir 4 minggu kehidupan ini masih belum normal seperti biasanya. Sudah mulai akrab dengan kehidupan rumah, mulai bersahabat dengan kasur, guling, bantal. Seolah mereka itu adalah pelengkapan kemesraan diri ini dengan ponsel pintarku. Kebingungan sudah pasti sering dijumpai setiap harinya, bingung mau ngapain, bingung mau bikin apa, intinya tersesat dalam kebingungan dan ujungnya adalah menatap layar kembali. Main game, streaming YouTube, scroll Instagram, chatt dengan... dengan siapa? Entahlah, lupakan hal itu. Lelah sekali rasanya aktifitas keseharian ini, mulai dari bangun tidur tapi masih tetep di atas kasur, dilanjut dengan sarapan tapi sarapannya juga masih di atas kasur. Kasur lagi, dan kasur lagi. Ingin semuanya kembali normal, aktifitas seperti biasa, melihat sebagian wilayah kota, menatap dengan tenang area perhijauan, nongkrong kembali dengan para teman teman, bercerita hingga larut malam tanpa was was diusir oleh aparat. Semoga saja semua ini ...

Bukan Akhir

Bukan Akhir Kekecewaan itu bukan akhir, kesedihan itu bukan akhir, jatuh itu bukan akhir, kegagalan itu bukan akhir. Semua hal yang diatas itu bisa menjadi akhir atau sebuah permulaan. Bisa jadi karena kekecewaan itu adalah permulaan dirimu untuk mencapai kebahagiaan, namun bisa juga akhirmu adalah kekecewaan. Inilah pilihanmu, mau berakhir dengan kebahagiaan atau kekecewaan? Semuanya adalah pilihanmu, dirimu yang menentukan. Ketika dirimu ingin berakhir dengan kebahagiaan, maka bangkitlah dari kesedihanmu. Ketika dirimu ingin berakhir dalam kesuksesan, maka bangkitlah dari kegagalanmu. Semuanya akan sia sia, apabila dirimu berhenti ketika dirimu jatuh. Entah itu usahamu, waktumu, materimu, letihmu, semua berlalu begitu saja ketika kamu pasrah dengan keadaanmu itu. Kamu masih punya waktu untuk memilih akhirmu mau seperti apa. Karena itulah hidup.

Pandemi Ini Bikin Gabut

  Pandemi Ini Bikin Gabut?   Ngerasa gak kalian kalo pandemi ini bikin gabut? Kemana mana itu susah, bahkan beberapa produk makanan itu ada yang kosong, alat kesehatan yang udah mulai minim disetiap Apotek.   Karena gue barista, ya otomatis tempat kerja gue tutup dong, dan itu udah berlangsung selama 3 minggu, gabut banget gue. Tapi gue sempet berpikir, lumayan juga kalo waktu kayak gini digunakan untuk hal bermanfaat, ya terserah apa aja yang penting produktif terus juga positif.   Dari situ gue kepikiran gimana kalo gue buat biografi diri gue aja selama gue jadi barista. Bodo amat lah tentang seberapa banyak yang minat, yang penting ada hasil, ada karya yang diciptakan dari situasi pandemi ini, dan itu tandanya gue produktif.   Dari sini gue ngajak ke kalian semua, bagi yang sekarang ini posisinya sama kayak gue, coba kalian bikin sesuatu, entah itu kalian ngafalin Al Quran, entah itu bikin suatu produk makanan atau minuman, bikin roket atau pesaw...

Diriku Itu Benar

Diriku itu benar Aku itu benar, ucapakanku itu benar, apa yang aku lakukan itu benar, aku itu lebih berpengalaman. Diam sejenak. Mungkin dari segi umur, umurku lebih tua, maka pengalamanku lebih banyak, tapi bukan berarti ucapanku adalah segalanya. Mungkin dari segi ilmu, aku yang paling pintar, tapi tidak menutup kemungkian apa yang dilakukanku itu pasti benar. Nafsuku yang membuat aku selalu merasa benar, ingin menang sendiri, pendapat selalu ingin didengar, tanpa memperhatikan orang lain. Tanpa kusadari, perilaku congkakku ini menjerumuskanku dalam kebodohan yang sebenarnya, menutup gerbang ilmu dari luar untuk masuk kedalam pikiranku, mematikan hatiku sehingga aku tidak punya rasa manusiawi. Mungkin inilah mengapa Tuhan tidak pernah membenarkan perilaku merasa benar dalam diri manusia, karena pada hakikatnya manusia itu lemah. Aku itu hanya merasa, merasa benar, merasa kuat, merasa paling pintar, merasa paling tahu. Tapi semua itu hanya merasa, bukan ya...

Ucapanmu Membunuhnya

Ucapanmu Membunuhnya Sebuah lidah yang tidak mempunyai tulang, tapi dapat menusuk layaknya sebuah pedang, menusuk hingga kedalam jiwanya, perlahan membunuh kejiwaannya. Itulah alasan kenapa ucapan ini harus bisa dijaga, ketika prajurit samurai bisa mengontrol katananya, maka dirimu pun harus bisa mengontrol ucapanmu. Terlihat sederhana, hanya sebuah ucapan, tapi kamu tidak pernah tahu apa yang dia rasakan dari akibat ucapanmu, bisa jadi karena ucapanmu kau merusak hatinya, merusak kejiwaannya, merusak mimpinya. Tidak semua orang punya level mental yang sama, dan Tidak semua orang juga hatinya punya ketegaran yang kuat. Jaga ucapanmu, karena hal itu juga dapat menyelamatkanmu.

Aku Siapa?

Aku Siapa?   Aku adalah seorang insan, yang terkadang melakukan kesalahan dan terkadang melakukan kebenaran. Ketika melakukan kesalahan, bukan berarti aku adalah seorang iblis, dan ketika melakukan kebenaran bukan berarti aku adalah malaikat.   Karena dari sebuah kesalahan aku bisa belajar, bagaimana aku bisa memperbaiki diriku untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan dari kebenaran, aku belajar bahwa kehidupan ini harus dilakukan dengan kebenaran, bukan kesalahan.   Kesalahan dan kebenaran adalah dua hal yang tidak pernah luput dari kehidupanku sehari-hari, dan dari dua hal tersebut, aku bisa memberikan pelajaran kepada seseorang, ketika seseorang berbuat kebenaran, maka aku harus menghargainya, karena tidak semua orang dapat melakukan hal tersebut, namun keika seseorang berbuat kesalahan, bukan berarti juga aku harus menghakiminya sesuai dengan keinginanku, karena bab kesalahan pun selalu ada pada diriku.   inilah aku, se...

Obat Galau?

Cara ampuh ngatasin Galau.   Setiap orang pasti pernah merasakan galau, saya juga begitu, kegalauan ini kadang datangnya tuh dadakan kayak tahu bulat. Apasih yang biasanya kalian lakuin ketika galau? Ngemil yang banyak? Dengerin musik melow gitu? Nonton drama?.   Secara pribadi juga saya ketika galau, saya dengerin musik, tapi bukan musik melow, melainkan musik dari group band Slipknot, yupss, musik yang genrenya keras gitu.   Balik lagi kepermasalahan topik diatas nih, sebenernya gampang cara ngatasin galau itu, caranya? Coba ambil deh kitab dari rak buku kalian atau di meja, ataupun dimana kitab itu berada, ya, kitab yang kian lama menjadi berdebu, yang udah jarang dibaca (Al Quran).   Guys, Al Quran ini tuh kitab suci, dimana Allaah ta'ala menurunkannya di bulan suci Ramadhan, yang kalo dibaca ataupun didengarkan bisa membuat seseorang hatinya tentram.   "Gue udah baca, tapi tetep aja masih galau" coba periksa dulu hati kalian, mungkin karena...

Sejarah Sa'ad bin Abi Waqqash

Sa'ad Bin Abi Waqqash.   Orang yang masuk dalam daftar As Sabiqun Al Awwalun, dan dengan iconnya yaitu memanah, karena ia adalah orang yang pertama melepaskan anak panah untuk berjuang dijalan Allaah.   Sa'ad bin Abi Waqqash lahir pada 595M di Mekkah. Sa'ad bin Abi Waqqash hidup di Bani Zuhrah yang merupakan paman paman dari rasulullaah dari pihak Ibu.   Awal masuknya ia terjadi pada awal awal munculnya islam. Karena ia sangat mengetahui betapa mulianya akhlak serta kejujuran rasulullaah, jadi tidaklah sulit ia masuk kedalam agama islam.   Disisi lain, Sa'ad bin Abi Waqqash gemar memanah, dia pun selalu berlatih. Rasulullaah sudah sering bertemu dengan Sa'ad sebelum beliau diutus menjadi rasul, beliau pun mengetahui, betapa cintanya Sa'ad untuk berperang dan juga keberaniannya.   Singkat cerita masuknya Sa'ad kedalam Islam, Pada suatu hari, Abu Bakar Ash-Shiddiq mendatangi Sa'ad di tempat kerjanya dengan membawa berita dari langit tenta...

Komunikasi

Komunikasi   Komunikasi adalah alat untuk mempererat hubungan, entah itu hubungan persahabatan, pertemanan, atau hubungan yang lainnya.   Karena pada dasarnya, dari komunikasi tersebut mengikat kembali atau mungkin mempererat kembali hubungan yang tadinya longgar, dari situ kita bisa saling berbagi cerita, pengalaman, informasi dan hal hal menarik lainnya.   Komunikasi ini juga sangat penting untuk kejiwaan kita sendiri, disisi lain yaitu bisa mengurangi rasa stress, membuat diri kita menjadi lebih nyaman, dan bisa jadi kita melupakan permasalahan yang membuat diri kita jadi stress.   Kurangnya komunikasi bisa menimbulkan kelonggaran hubungan, ya mungkin itu jaga jarak, kurang fleksibel ketika berbicara, bahkan parahnya bisa menghancurkan keharmonisan, entah itu keharmonisan lingkungan keluarga, atau yang lainnya. Keterbukaan sudah tidak ada, saling canggung antara satu dengan yang lainnya.   Mulailah berkomunikasi dengan orang disekitarmu, mulai den...