Sudah hampir 4 minggu kehidupan ini masih belum normal seperti biasanya.
Sudah mulai akrab dengan kehidupan rumah, mulai bersahabat dengan kasur, guling, bantal. Seolah mereka itu adalah pelengkapan kemesraan diri ini dengan ponsel pintarku.
Kebingungan sudah pasti sering dijumpai setiap harinya, bingung mau ngapain, bingung mau bikin apa, intinya tersesat dalam kebingungan dan ujungnya adalah menatap layar kembali.
Main game, streaming YouTube, scroll Instagram, chatt dengan... dengan siapa? Entahlah, lupakan hal itu.
Lelah sekali rasanya aktifitas keseharian ini, mulai dari bangun tidur tapi masih tetep di atas kasur, dilanjut dengan sarapan tapi sarapannya juga masih di atas kasur. Kasur lagi, dan kasur lagi.
Ingin semuanya kembali normal, aktifitas seperti biasa, melihat sebagian wilayah kota, menatap dengan tenang area perhijauan, nongkrong kembali dengan para teman teman, bercerita hingga larut malam tanpa was was diusir oleh aparat.
Semoga saja semua ini cepat kembali normal seperti biasanya.
Sudah mulai akrab dengan kehidupan rumah, mulai bersahabat dengan kasur, guling, bantal. Seolah mereka itu adalah pelengkapan kemesraan diri ini dengan ponsel pintarku.
Kebingungan sudah pasti sering dijumpai setiap harinya, bingung mau ngapain, bingung mau bikin apa, intinya tersesat dalam kebingungan dan ujungnya adalah menatap layar kembali.
Main game, streaming YouTube, scroll Instagram, chatt dengan... dengan siapa? Entahlah, lupakan hal itu.
Lelah sekali rasanya aktifitas keseharian ini, mulai dari bangun tidur tapi masih tetep di atas kasur, dilanjut dengan sarapan tapi sarapannya juga masih di atas kasur. Kasur lagi, dan kasur lagi.
Ingin semuanya kembali normal, aktifitas seperti biasa, melihat sebagian wilayah kota, menatap dengan tenang area perhijauan, nongkrong kembali dengan para teman teman, bercerita hingga larut malam tanpa was was diusir oleh aparat.
Semoga saja semua ini cepat kembali normal seperti biasanya.
Comments
Post a Comment