Skip to main content

Obat Galau?



Cara ampuh ngatasin Galau.

  Setiap orang pasti pernah merasakan galau, saya juga begitu, kegalauan ini kadang datangnya tuh dadakan kayak tahu bulat. Apasih yang biasanya kalian lakuin ketika galau? Ngemil yang banyak? Dengerin musik melow gitu? Nonton drama?.

  Secara pribadi juga saya ketika galau, saya dengerin musik, tapi bukan musik melow, melainkan musik dari group band Slipknot, yupss, musik yang genrenya keras gitu.

  Balik lagi kepermasalahan topik diatas nih, sebenernya gampang cara ngatasin galau itu, caranya? Coba ambil deh kitab dari rak buku kalian atau di meja, ataupun dimana kitab itu berada, ya, kitab yang kian lama menjadi berdebu, yang udah jarang dibaca (Al Quran).

  Guys, Al Quran ini tuh kitab suci, dimana Allaah ta'ala menurunkannya di bulan suci Ramadhan, yang kalo dibaca ataupun didengarkan bisa membuat seseorang hatinya tentram.

  "Gue udah baca, tapi tetep aja masih galau" coba periksa dulu hati kalian, mungkin karena dosa yang diperbuat, mengakibatkan hati kita tuh tertutupi, sehingga rasa ketentraman tuh gak bisa masuk kedalam hati kita, cobalah untuk beristighfar terlebih dahulu, baru dimulai dengan ta'udz (itu tuh yang a'udzuubillaahi minassyathaniraajiim) terus dilanjutkan dengan bismillah, baru deh dilanjut membaca Al Quran.

  Saya saranin sih, kalian baca artinya juga, ketika selesai baca yang Arab se ayat, terus baca artinya se ayat.

  Ketika seseorang sedang dilanda persoalan yang membuat hatinya tak tenang serta menjadi tak bersemangat dalam menjalani kehidupan, maka bacalah Al-Qur’an. InshaaAllaah bakal bikin hati yang mebacanya menjadi tenang.

Allah SWT berfirman yang artinya:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman serta hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS: Al Ra`d:28).

  Pada dasarnya, kita itu diciptakan karena kasih sayang (rahmat) Allaah kepada kita, jadi seharusnya ketika kita merasa udah gak ada lagi orang yang sayang sama kita, coba kita ingat kembali, Allaah masih sayang kok sama kita.

إِلَّا مَن رَّحِمَ رَبُّكَ ۚ وَلِذَٰلِكَ خَلَقَهُمْ …

“Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. serta untuk Itulah Allah menciptakan mereka …” (QS. Hud: 119)

  Biar hati kita tetep konsisten nih gak galau terus, cobalah untuk berbuat kebaikan pada orang lain, entah itu membantu permasalahan ekonominya, traktir temen jajan gitu, ataupun memberi hadiah kepada orang lain. "Sayang duit bro, mending duitnya dikumpulin" nah, itu dia, karena dari setiap rezeki yang ada pada diri kita tuh ada sebagian milik orang lain, jadi, kasihlah sebagian itu.

… وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ …

“… dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi …” (QS. Al Baqarah: 195)

  Mungkin segini aja tips dari saya untuk mengatasi masalah pergalauan kalian semua, semoga bermanfaat.

Comments

Popular posts from this blog

Tetap Pada Jalan

Hal yang tersulit itu adalah konsisten, konsisten pada pendirian, konsisten pada rencana, fokus pada tujuan. Disininal kesabaran diuji, antara nafsu dengan hati. Nafsu yang meracuni jiwa agar keluar dari tujuan, supaya bisa mendapatkan kepuasan nafsu tersebut. Rasa emosional yang sangat tinggi membutakan pikiran agar selalu bisa berpikir jernih, suatu bahaya yang merusak sistem jiwa ini. Karena nafsu yang kian memuncak, bisa saja aku merusak rencana, bisa saja aku merugikan orang lain, karena yang ada dalam pikiranku adalah keinginanku bisa terpenuhi. Tingkah laku bodoh yang kulakukan layaknya seorang anak kecil yang merengek kepada orang tuanya. Aku ingin menang sendiri, aku ingin mendapatkan perhatian orang banyak. Tanpa kusadari hal yang kulakukan itu sangatlah salah. Mungkin saja karena tingkah lakuku aku merusak rencanaku, merusak tujuanku yang hingga akhirnya tujuanku tak pernah tercapai, bahak aku lupa akan tujuanku ini. Hal bodoh apa yang merasukiku saat ini...

Jadi Gini.

Gak sedikit orang yang gagal dalam mewujudkan apa yang dia inginkan. Dan memang seperti itu kebanyakan skenario yang ada pada kehidupan masing-masing orang, dan gak sedikit juga orang yang jatuh mentalnya karena kegagalan, mulai dari mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perjuangan, bahkan trauma. Sewaktu gue SMP, ada sebuah seminar yang diadain di aula, sebelum memasuki acara inti, seperti biasa ada sambutan dari guru gue, dan saat itu beliau melontarkan sebuah pertanyaan kepada para audiens yang saat itu seluruhnya adalah murid-murid disana. "Mana yang kalian pilih, berani mati atau berani hidup?" Seperti itu pertanyaannya, karena banyak sekali jawaban yang akhirnya sampai membuat gemuruh di ruangan tersebut, akhirnya guru itu pun menyuruh para audiens untuk mengangkat tangan saja, begitu beliau bertanya "siapa yang pilih berani mati?" Hampir seluruh di dalam ruangan mengangkat tangan, kecuali gue. Guru itu pun mengangguk dan menyuruh para audien menu...

I'M BLIND, WHO ARE YOU?

Aku buta, siapa dirimu? Bukan buta dalam artian tidak bisa melihat dengan kedua mata, aku buta dalam menilai seseorang. Namun itu semua kepura puraanku ketika buta menilai orang lain, karena aku tidak ingin hatiku buta karena sering mengkritik orang lain. Mencari kesalahan seseorang, memandang sifat buruk seseorang, menilai salah akan pandangan orang lain. Karena menurutku, setiap insan itu berhak salah, berhak mempunyai sifat buruk, tak ada sifat sempurna dalam setiap insan yang hidup di dunia ini. Bukan urusanku ketika orang lain salah. Yang menjadi urusanku adalah bagaimana caranya agar aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tak peduli orang lain mencibirku, menilai aku adalah orang yang buruk, karena aku tak ingin diri ini terhasut dengan perilaku mereka. Masa bodoh dengan ucapannya yang selalu memandangku buruk, karena dalam kenyataannya, perannya tidak ada dalam hidupku. Bukan dia yang memberiku makan setiap hari, bukan dia yang memberiku tempat tinggal...