Garam dan Gula, dari judulnya mungkin gak terlalu penting, tapi, coba kalian pikirkan apa hikmah yang bisa kita ambil dari Garam dan Gula. Garam dan Gula memmpunyai kesamaan fisik tetapi beda sifat, Gula yang sifatnya manis, dan garam yang sifatnya asin, apabila ada garam dan gula di dapur tanpa label, jadi kamu tidak tahu mana garam dan mana gula, bagaimana cara kamu membedakan keduanya? pasti yang akan kamu lakukan adalah mencicipinya.
Sama seperti saat kita bergaul, pasti kita mempunyai teman lebih dari satu, oleh karena itu saat inilah sama seperti garam dan gula, kita mempunyai 2 teman (misalkan) fisik mereka sama, mereka sama sama manusia. Namun, sifat mereka pasti berbeda, kita tidak bisa memercayai keduanya, karena kita tahu tidak semua teman itu sama, maka dari itu, sebelum kita memercayai teman kita, yang kita lakukan terlebih dahulu yaitu mengenali sifatnya, sama seperti cara kita mengenali sifat dari garam dan gula, yaitu mencicipnya, kalian tidak perlu menjilati satu satu teman kalian, ya pasti rasanya asin, karena kalian menjilat keringatnya :v.
Caranya yaitu, setelah kita berkenalan, kita harus mendekatinya, agar kita tahu sifat aslinya, mungkin dengan cara bermain bareng, kemana mana bareng, dan senang senang bareng, dari mana kamu akan mengetahui mana teman sebenarnya dan mana yang cuma temen? saat itu akan kita dapatkan disaat kita terjatuh, dimana keadaan berbalik yang tadinya mereka butuh kita menjadi kita butuh mereka, temen yang cuman sekedar temen disaat kita minta bantuan, mereka akan menyampaikan beribu alasan yang intinya gak bisa, yang alasannya sibuk lah banyak tugas lah atau apalah pasti panjanglah komunikasinya, berbeda dengan teman yang bener bener, teman yang real, authentic friend. Mereka disaat kita membutuhkannya mereka langsung respawn, mungkin contohnya gini :
A:Bro, lu dimana? gue ada masalah nih, lu bisa bantu gue gak?
B:Gue dirumah, lu dimana?
A:Gue di pertigaan biasa tempat nongkrong.
B:Gue OTW.
Bisa dilihat, tanpa alasan, tanpa basa basi, langsung respawn. itulah teman yang sebenernya, cuman terkadang kita suka lupa mana teman yang bener mana yang cuman temen doang, karena kita terlalu sering senang bersama, sama teman yang cuman teman doang, jadi kita lupa terhadap teman yang sebenernya, yang telah ngebantuin kita, yang telah menolong kita.
Pertanyaan. kenapa kita selalu ingat dengan teman yang cuman teman doang?. Jawabannya simple, karena rata rata manusia cepat lupa dengan keadaan dimana mereka sedang susah.
So Guys, jadi intinya, kita harus mencari teman secara detail. kita harus bisa membedakan sifat teman, mana teman yang real mana yang unreal, seperti kita membedakan gula dan garam.
Quotes: "Jangan terlalu mudah percaya dan dekat dengan siapapun, karena Gula dan Garam itu SAMA tapi beda RASA" #TehTarikIndomie

Comments
Post a Comment