Skip to main content

Garam dan Gula



         Garam dan Gula, dari judulnya mungkin gak terlalu penting, tapi, coba kalian pikirkan apa hikmah yang bisa kita ambil dari Garam dan Gula. Garam dan Gula memmpunyai kesamaan fisik tetapi beda sifat, Gula yang sifatnya manis, dan garam yang sifatnya asin, apabila ada garam dan gula di dapur tanpa label, jadi kamu tidak tahu mana garam dan mana gula, bagaimana cara kamu membedakan keduanya? pasti yang akan kamu lakukan adalah mencicipinya.

         Sama seperti saat kita bergaul, pasti kita mempunyai teman lebih dari satu, oleh karena itu saat inilah sama seperti garam dan gula, kita mempunyai 2 teman (misalkan) fisik mereka sama, mereka sama sama manusia. Namun, sifat mereka pasti berbeda, kita tidak bisa memercayai keduanya, karena kita tahu tidak semua teman itu sama, maka dari itu, sebelum kita memercayai teman kita, yang kita lakukan terlebih dahulu yaitu mengenali sifatnya, sama seperti cara kita mengenali sifat dari garam dan gula, yaitu mencicipnya, kalian tidak perlu menjilati satu satu teman kalian, ya pasti rasanya asin, karena kalian menjilat keringatnya :v.

          Caranya yaitu, setelah kita berkenalan, kita harus mendekatinya, agar kita tahu sifat aslinya, mungkin dengan cara bermain bareng, kemana mana bareng, dan senang senang bareng, dari mana kamu akan mengetahui mana teman sebenarnya dan mana yang cuma temen? saat itu akan kita dapatkan disaat kita terjatuh, dimana keadaan berbalik yang tadinya mereka butuh kita menjadi kita butuh mereka, temen yang cuman sekedar temen disaat kita minta bantuan, mereka akan menyampaikan beribu alasan yang intinya gak bisa, yang alasannya sibuk lah banyak tugas lah atau apalah pasti panjanglah komunikasinya, berbeda dengan teman yang bener bener, teman yang real, authentic friend. Mereka disaat kita membutuhkannya mereka langsung respawn, mungkin contohnya gini :
A:Bro, lu dimana? gue ada masalah nih, lu bisa bantu gue gak?
B:Gue dirumah, lu dimana?
A:Gue di pertigaan biasa tempat nongkrong.
B:Gue OTW.

 Bisa dilihat, tanpa alasan, tanpa basa basi, langsung respawn. itulah teman yang sebenernya, cuman terkadang kita suka lupa mana teman yang bener mana yang cuman temen doang, karena kita terlalu sering senang bersama, sama teman yang cuman teman doang, jadi kita lupa terhadap teman yang sebenernya, yang telah ngebantuin kita, yang telah menolong kita.

           Pertanyaan. kenapa kita selalu ingat dengan teman yang cuman teman doang?. Jawabannya simple, karena rata rata manusia cepat lupa dengan keadaan dimana mereka sedang susah.

So Guys, jadi intinya, kita harus  mencari teman secara detail. kita harus bisa membedakan sifat teman, mana teman yang real mana yang unreal, seperti kita membedakan gula dan garam.

Quotes:  "Jangan terlalu mudah percaya dan dekat dengan siapapun, karena Gula dan Garam itu SAMA tapi beda RASA"  #TehTarikIndomie

Comments

Popular posts from this blog

Tetap Pada Jalan

Hal yang tersulit itu adalah konsisten, konsisten pada pendirian, konsisten pada rencana, fokus pada tujuan. Disininal kesabaran diuji, antara nafsu dengan hati. Nafsu yang meracuni jiwa agar keluar dari tujuan, supaya bisa mendapatkan kepuasan nafsu tersebut. Rasa emosional yang sangat tinggi membutakan pikiran agar selalu bisa berpikir jernih, suatu bahaya yang merusak sistem jiwa ini. Karena nafsu yang kian memuncak, bisa saja aku merusak rencana, bisa saja aku merugikan orang lain, karena yang ada dalam pikiranku adalah keinginanku bisa terpenuhi. Tingkah laku bodoh yang kulakukan layaknya seorang anak kecil yang merengek kepada orang tuanya. Aku ingin menang sendiri, aku ingin mendapatkan perhatian orang banyak. Tanpa kusadari hal yang kulakukan itu sangatlah salah. Mungkin saja karena tingkah lakuku aku merusak rencanaku, merusak tujuanku yang hingga akhirnya tujuanku tak pernah tercapai, bahak aku lupa akan tujuanku ini. Hal bodoh apa yang merasukiku saat ini...

Jadi Gini.

Gak sedikit orang yang gagal dalam mewujudkan apa yang dia inginkan. Dan memang seperti itu kebanyakan skenario yang ada pada kehidupan masing-masing orang, dan gak sedikit juga orang yang jatuh mentalnya karena kegagalan, mulai dari mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perjuangan, bahkan trauma. Sewaktu gue SMP, ada sebuah seminar yang diadain di aula, sebelum memasuki acara inti, seperti biasa ada sambutan dari guru gue, dan saat itu beliau melontarkan sebuah pertanyaan kepada para audiens yang saat itu seluruhnya adalah murid-murid disana. "Mana yang kalian pilih, berani mati atau berani hidup?" Seperti itu pertanyaannya, karena banyak sekali jawaban yang akhirnya sampai membuat gemuruh di ruangan tersebut, akhirnya guru itu pun menyuruh para audiens untuk mengangkat tangan saja, begitu beliau bertanya "siapa yang pilih berani mati?" Hampir seluruh di dalam ruangan mengangkat tangan, kecuali gue. Guru itu pun mengangguk dan menyuruh para audien menu...

I'M BLIND, WHO ARE YOU?

Aku buta, siapa dirimu? Bukan buta dalam artian tidak bisa melihat dengan kedua mata, aku buta dalam menilai seseorang. Namun itu semua kepura puraanku ketika buta menilai orang lain, karena aku tidak ingin hatiku buta karena sering mengkritik orang lain. Mencari kesalahan seseorang, memandang sifat buruk seseorang, menilai salah akan pandangan orang lain. Karena menurutku, setiap insan itu berhak salah, berhak mempunyai sifat buruk, tak ada sifat sempurna dalam setiap insan yang hidup di dunia ini. Bukan urusanku ketika orang lain salah. Yang menjadi urusanku adalah bagaimana caranya agar aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tak peduli orang lain mencibirku, menilai aku adalah orang yang buruk, karena aku tak ingin diri ini terhasut dengan perilaku mereka. Masa bodoh dengan ucapannya yang selalu memandangku buruk, karena dalam kenyataannya, perannya tidak ada dalam hidupku. Bukan dia yang memberiku makan setiap hari, bukan dia yang memberiku tempat tinggal...