Skip to main content

Rasa Takut


  Rasa Takut? Ya Dilawan, bukan dipelihara,,,

    Memang, suatu hal yang paling sulit itu adalah melawan rasa takut, entah itu takut dalam mencoba hal yang baru, takut karena trauma, atau hal yang lainnya.

    Rasa takut, terjadi ketika pemikiran kita berpikir atau menghayalkan kegagalan yang membuat mental kita jadi down, membuat kita menjadi takut untuk mencoba, padahal, gak ada salahnya kita mencoba, karena dengan mencoba, banyak keuntungan yang bisa kita dapat, contohnya, kita bisa tau rasanya jatuh, kita bisa menjadi lebih baik, dan apabila kita mencoba terus berhasil, itu adalah bonus yang manis dari hasil usaha kita untuk melawan rasa takut.

    Gimana caranya melawan rasa takut?. Caranya simple, seperti di paragraf kedua, yaitu "MENCOBA", setidaknya kita tahu rasa gagal dan sakitnya itu seperti apa, jadi, kita engga lagi menghayal yang jauh jauh seperti di sorakin, dimarahin, tangan patah atau leher patah, setidaknya kita bisa tahu, jadi seperti inilah rasanya apabila aku gagal atau jatuh nantinya, jadi tanpa kamu sadari mental kamu akan naik dengan sendirinya (ya walaupun sedikit sedikit).

      Selanjutnya, kamu mungkin bisa menonton video yang dapat memotivasi kamu, untuk melakukan hal yang kamu takuti, karena dengan menonton video yang memotivasi kamu, dapat menaikkan hasratmu(jangan ambigu :v) untuk mencoba hal yang menakutkan itu, dan akhirnya, mental mu naik lagi sedikit, cobalah seperti itu, teruslah kumpulkan mental mu untuk mencoba hal yang kamu takuti walaupun sedikit sedikit, karena "sedikit sedikit, lama lama menjadi bukit".

Quotes : Bagi kalian yang mempunyai hobby extreme, pasti kalian selalu takut mencoba trick baru, saran dari saya adalah, tetap jaga keselamatan saat mencoba, tetapi apabila mental dan kepercayaan dirimu kurang meyakinkan, alangkah baiknya, untuk tidak mencobanya dulu, karena itu bisa membahayakan dirimu.

Comments

Popular posts from this blog

Tetap Pada Jalan

Hal yang tersulit itu adalah konsisten, konsisten pada pendirian, konsisten pada rencana, fokus pada tujuan. Disininal kesabaran diuji, antara nafsu dengan hati. Nafsu yang meracuni jiwa agar keluar dari tujuan, supaya bisa mendapatkan kepuasan nafsu tersebut. Rasa emosional yang sangat tinggi membutakan pikiran agar selalu bisa berpikir jernih, suatu bahaya yang merusak sistem jiwa ini. Karena nafsu yang kian memuncak, bisa saja aku merusak rencana, bisa saja aku merugikan orang lain, karena yang ada dalam pikiranku adalah keinginanku bisa terpenuhi. Tingkah laku bodoh yang kulakukan layaknya seorang anak kecil yang merengek kepada orang tuanya. Aku ingin menang sendiri, aku ingin mendapatkan perhatian orang banyak. Tanpa kusadari hal yang kulakukan itu sangatlah salah. Mungkin saja karena tingkah lakuku aku merusak rencanaku, merusak tujuanku yang hingga akhirnya tujuanku tak pernah tercapai, bahak aku lupa akan tujuanku ini. Hal bodoh apa yang merasukiku saat ini...

Jadi Gini.

Gak sedikit orang yang gagal dalam mewujudkan apa yang dia inginkan. Dan memang seperti itu kebanyakan skenario yang ada pada kehidupan masing-masing orang, dan gak sedikit juga orang yang jatuh mentalnya karena kegagalan, mulai dari mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perjuangan, bahkan trauma. Sewaktu gue SMP, ada sebuah seminar yang diadain di aula, sebelum memasuki acara inti, seperti biasa ada sambutan dari guru gue, dan saat itu beliau melontarkan sebuah pertanyaan kepada para audiens yang saat itu seluruhnya adalah murid-murid disana. "Mana yang kalian pilih, berani mati atau berani hidup?" Seperti itu pertanyaannya, karena banyak sekali jawaban yang akhirnya sampai membuat gemuruh di ruangan tersebut, akhirnya guru itu pun menyuruh para audiens untuk mengangkat tangan saja, begitu beliau bertanya "siapa yang pilih berani mati?" Hampir seluruh di dalam ruangan mengangkat tangan, kecuali gue. Guru itu pun mengangguk dan menyuruh para audien menu...

I'M BLIND, WHO ARE YOU?

Aku buta, siapa dirimu? Bukan buta dalam artian tidak bisa melihat dengan kedua mata, aku buta dalam menilai seseorang. Namun itu semua kepura puraanku ketika buta menilai orang lain, karena aku tidak ingin hatiku buta karena sering mengkritik orang lain. Mencari kesalahan seseorang, memandang sifat buruk seseorang, menilai salah akan pandangan orang lain. Karena menurutku, setiap insan itu berhak salah, berhak mempunyai sifat buruk, tak ada sifat sempurna dalam setiap insan yang hidup di dunia ini. Bukan urusanku ketika orang lain salah. Yang menjadi urusanku adalah bagaimana caranya agar aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tak peduli orang lain mencibirku, menilai aku adalah orang yang buruk, karena aku tak ingin diri ini terhasut dengan perilaku mereka. Masa bodoh dengan ucapannya yang selalu memandangku buruk, karena dalam kenyataannya, perannya tidak ada dalam hidupku. Bukan dia yang memberiku makan setiap hari, bukan dia yang memberiku tempat tinggal...