Skip to main content

Semua Berubah

   





 



         Semua bisa berubah, ketika kita mulai merubah sikap kita, entah dari baik ke nakal atau dari nakal ke baik, disaat perubahan itulah, muncul ada orang yang suka, dan ada orang yang tidak suka, bukan hanya orang yang kita benci, bisa jadi orang yang selalu bersama kita, yang memuji kita, yang sangat suka dengan sikap kita, semuanya bisa berubah menjadi benci dengan kita, entah karena hasut orang yang membenci kita, atau memang karena sifat dan sikap kita yang berubah.

   Kenapa ini bisa terjadi? karena ada seseorang yang tidak suka dengan kita, bisa dikatakan dengki, dengan sifat dengki inilah orang tersebut akan mencari cara bagaimana caranya menjatuhkanmu, memalukanmu, atau menyakitimu. Bagaimana caranya? pertama, dia akan menghasut orang lain untuk membencimu, entah mengadu domba, menyebarkan kejelekkanmu, membuat berita hoax yang akan meyebabkanmu dijauhi oleh orang lain. Saat inilah perasaan dimana dirimu akan bercampur aduk, mungkin disaat kamu tahu orang yang benar benar dalang dibalik semua ini, kamu bisa menemuinya dan memperingatkannya atau menghajarnya mungkin :D, tapi, kenyataannya adalah berbanding terbalik, kebanykan dari kita tidak tahu siapa dalangnya dan kita hanya bisa memperkirakan siapa dalangnya.

    Akhirnya kita akan dijauhi oleh orang orang yang kita anggap penting, padahal permasalahannya sepele, hanya dia tidak suka dengan kita karena dia iri dengan kita, entah dari segi harta, pikiran, keberuntungan, kepintaran atau hal lainnya mungkin, kesel? banget, tapi kita engga tahu siapa orangnya, ini ibaratkan mencari mantan ditumpukkan mantan :v ya bayangin aja setiap orang membencimu dan kamu ingin mencari siapa yang benar benar membenci kita (dalangnya), apa dirimu akan membuat sebuah kompetisi seperti ajang pencarian bakat, dengan nama The Real Haters? engga juga kali....... caranya simple, cuman dua kata aja, apa itu?

"Jalani Aja"

    karena sepenting itukah kamu menanggapi haters mu? tidak, itu cara yang salah, kamu hanya membuang waktumu untuk orang yang gak berguna, lebih baik kamu jalani aja hidupmu, kejar mimpimu, raih pretasimu, dan gapilah cita citamu :)    

#TehTarikIndomie

   

Comments

Popular posts from this blog

Tetap Pada Jalan

Hal yang tersulit itu adalah konsisten, konsisten pada pendirian, konsisten pada rencana, fokus pada tujuan. Disininal kesabaran diuji, antara nafsu dengan hati. Nafsu yang meracuni jiwa agar keluar dari tujuan, supaya bisa mendapatkan kepuasan nafsu tersebut. Rasa emosional yang sangat tinggi membutakan pikiran agar selalu bisa berpikir jernih, suatu bahaya yang merusak sistem jiwa ini. Karena nafsu yang kian memuncak, bisa saja aku merusak rencana, bisa saja aku merugikan orang lain, karena yang ada dalam pikiranku adalah keinginanku bisa terpenuhi. Tingkah laku bodoh yang kulakukan layaknya seorang anak kecil yang merengek kepada orang tuanya. Aku ingin menang sendiri, aku ingin mendapatkan perhatian orang banyak. Tanpa kusadari hal yang kulakukan itu sangatlah salah. Mungkin saja karena tingkah lakuku aku merusak rencanaku, merusak tujuanku yang hingga akhirnya tujuanku tak pernah tercapai, bahak aku lupa akan tujuanku ini. Hal bodoh apa yang merasukiku saat ini...

Jadi Gini.

Gak sedikit orang yang gagal dalam mewujudkan apa yang dia inginkan. Dan memang seperti itu kebanyakan skenario yang ada pada kehidupan masing-masing orang, dan gak sedikit juga orang yang jatuh mentalnya karena kegagalan, mulai dari mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perjuangan, bahkan trauma. Sewaktu gue SMP, ada sebuah seminar yang diadain di aula, sebelum memasuki acara inti, seperti biasa ada sambutan dari guru gue, dan saat itu beliau melontarkan sebuah pertanyaan kepada para audiens yang saat itu seluruhnya adalah murid-murid disana. "Mana yang kalian pilih, berani mati atau berani hidup?" Seperti itu pertanyaannya, karena banyak sekali jawaban yang akhirnya sampai membuat gemuruh di ruangan tersebut, akhirnya guru itu pun menyuruh para audiens untuk mengangkat tangan saja, begitu beliau bertanya "siapa yang pilih berani mati?" Hampir seluruh di dalam ruangan mengangkat tangan, kecuali gue. Guru itu pun mengangguk dan menyuruh para audien menu...

I'M BLIND, WHO ARE YOU?

Aku buta, siapa dirimu? Bukan buta dalam artian tidak bisa melihat dengan kedua mata, aku buta dalam menilai seseorang. Namun itu semua kepura puraanku ketika buta menilai orang lain, karena aku tidak ingin hatiku buta karena sering mengkritik orang lain. Mencari kesalahan seseorang, memandang sifat buruk seseorang, menilai salah akan pandangan orang lain. Karena menurutku, setiap insan itu berhak salah, berhak mempunyai sifat buruk, tak ada sifat sempurna dalam setiap insan yang hidup di dunia ini. Bukan urusanku ketika orang lain salah. Yang menjadi urusanku adalah bagaimana caranya agar aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tak peduli orang lain mencibirku, menilai aku adalah orang yang buruk, karena aku tak ingin diri ini terhasut dengan perilaku mereka. Masa bodoh dengan ucapannya yang selalu memandangku buruk, karena dalam kenyataannya, perannya tidak ada dalam hidupku. Bukan dia yang memberiku makan setiap hari, bukan dia yang memberiku tempat tinggal...