Bodohnya Diriku
Bodohnya aku yang sudah diberikan hati oleh tuhan, tapi aku tak pandai dalam menjaganya, membiarkannya sakit karena harapan yang tak terkabulkan. Menasihati persoalan cinta mereka layaknya seorang konsultan, tapi tak pandai menasihati diri sendiri, membiarkan perasaan terombang ambing kesana kemari tak jelas arahnya untuk siapa.
Rasa sakit hati itu adalah hukuman untukku karena terlalu berharap, dan sekaligus sebagai ajaran untuk jangan terlalu berharap kepada makhluk. Perkataan omong kosongku yang setiap hari keluar bahwa hanya kepadaMU lah diriku berharap, tapi nyatanya ada yang lain tempat berharapku, ku simpan harapan ini ditempat yang tak semestinya aku tempatkan.
Hanya terdiam dan mengasihani diri sendiri ketika tahu bahwa terlalu berharap itu mengecewakan. Mentalku melemah, percaya diriku berkurang, rasa percayaku terhadap seseorang menghilang, kebencianku mulai terbit. Hilanglah sudah bab kesabaranku saat ini, entah harus mulai dari mana harus ku perbaiki keadaanku. Terima kasih dunia, engkau telah menipuku (: .
Comments
Post a Comment