Aku buta, siapa dirimu?
Bukan buta dalam artian tidak bisa melihat dengan kedua mata, aku buta dalam menilai seseorang. Namun itu semua kepura puraanku ketika buta menilai orang lain, karena aku tidak ingin hatiku buta karena sering mengkritik orang lain.
Mencari kesalahan seseorang, memandang sifat buruk seseorang, menilai salah akan pandangan orang lain. Karena menurutku, setiap insan itu berhak salah, berhak mempunyai sifat buruk, tak ada sifat sempurna dalam setiap insan yang hidup di dunia ini.
Bukan urusanku ketika orang lain salah. Yang menjadi urusanku adalah bagaimana caranya agar aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tak peduli orang lain mencibirku, menilai aku adalah orang yang buruk, karena aku tak ingin diri ini terhasut dengan perilaku mereka.
Masa bodoh dengan ucapannya yang selalu memandangku buruk, karena dalam kenyataannya, perannya tidak ada dalam hidupku. Bukan dia yang memberiku makan setiap hari, bukan dia yang memberiku tempat tinggal, bukan dia yang ada ketika aku jatuh. Justru merekalah yang selalu bahagia, selalu senang ketika aku terpuruk, bahagia ketika aku jatuh.
Karena yang terpenting dalam hidupku, aku bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi kehidupan orang lain. Masa bodoh dengan dimanfaatkan, setidaknya hidupku mengukir kebaikan untuk orang lain, karena masalah kebaikan bukan antara aku dengan balasan dari mereka, ini antara aku dengan balasan dari tuhanku.
Bukan buta dalam artian tidak bisa melihat dengan kedua mata, aku buta dalam menilai seseorang. Namun itu semua kepura puraanku ketika buta menilai orang lain, karena aku tidak ingin hatiku buta karena sering mengkritik orang lain.
Mencari kesalahan seseorang, memandang sifat buruk seseorang, menilai salah akan pandangan orang lain. Karena menurutku, setiap insan itu berhak salah, berhak mempunyai sifat buruk, tak ada sifat sempurna dalam setiap insan yang hidup di dunia ini.
Bukan urusanku ketika orang lain salah. Yang menjadi urusanku adalah bagaimana caranya agar aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tak peduli orang lain mencibirku, menilai aku adalah orang yang buruk, karena aku tak ingin diri ini terhasut dengan perilaku mereka.
Masa bodoh dengan ucapannya yang selalu memandangku buruk, karena dalam kenyataannya, perannya tidak ada dalam hidupku. Bukan dia yang memberiku makan setiap hari, bukan dia yang memberiku tempat tinggal, bukan dia yang ada ketika aku jatuh. Justru merekalah yang selalu bahagia, selalu senang ketika aku terpuruk, bahagia ketika aku jatuh.
Karena yang terpenting dalam hidupku, aku bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi kehidupan orang lain. Masa bodoh dengan dimanfaatkan, setidaknya hidupku mengukir kebaikan untuk orang lain, karena masalah kebaikan bukan antara aku dengan balasan dari mereka, ini antara aku dengan balasan dari tuhanku.
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
ReplyDelete💥
ReplyDeleteohoow you're so cool! i look forward to other articles on this blog~ sering2 gabut deh lo biar update terus artikelnya hwwhehe semangat!
ReplyDelete