Gak sedikit orang yang gagal dalam mewujudkan apa yang dia inginkan. Dan memang seperti itu kebanyakan skenario yang ada pada kehidupan masing-masing orang, dan gak sedikit juga orang yang jatuh mentalnya karena kegagalan, mulai dari mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perjuangan, bahkan trauma.
Sewaktu gue SMP, ada sebuah seminar yang diadain di aula, sebelum memasuki acara inti, seperti biasa ada sambutan dari guru gue, dan saat itu beliau melontarkan sebuah pertanyaan kepada para audiens yang saat itu seluruhnya adalah murid-murid disana. "Mana yang kalian pilih, berani mati atau berani hidup?" Seperti itu pertanyaannya, karena banyak sekali jawaban yang akhirnya sampai membuat gemuruh di ruangan tersebut, akhirnya guru itu pun menyuruh para audiens untuk mengangkat tangan saja, begitu beliau bertanya "siapa yang pilih berani mati?" Hampir seluruh di dalam ruangan mengangkat tangan, kecuali gue. Guru itu pun mengangguk dan menyuruh para audien menurunkan tangannya, dilanjut ke pertanyaan selanjutnya "Siapa yang pilih berani hidup?" Gue langsung ngangkat tangan, dan kaget ketika tau kalo di dalam ruangan cuman gue doang yang ngangkat tangan. Akhirnya gue suruh berdiri dan ngasih alasan kenapa gue ngangkat tangan.
Alasannya simple sih, karena ketika kita milih berani mati, tidak ada perjuangan lagi setelah kematian, dan gak ada lagi impian yang harus dicapai, mungkin terdengarnya sangat keren karena berani mati, namun kenyataannya sih engga, banyak remaja yang bunuh diri karena depresi, mereka berani mati, tapi gak sanggup menjalani kehidupan.
Karena yang paling berat itu menjalani kehidupan, siapa yang kuat tetap berjuang, siapa yang tetap tegar ketika impiannya tidak terealisasikan, siapa yang tetap menjalani hidupnya ketika kehidupan dirasa udah engga berpihak padanya.
Yaudah gini aja paling, sekian dan terima kasih. Tetap semangat untuk kalian semua.
Mantips nih
ReplyDeleteTerima kasih 😁
Delete